Tampilkan postingan dengan label fiksi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label fiksi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 19 Januari 2016

(bukan) review novel rahasia pelangi

Judul: Rahasia Pelangi
Penulis: Riawani Elyta & Shabrina WS
Editor: Bernard Batubara & Yulliya
Cetakan: Pertama, 2015
Penerbit: GagasMedia, Jakarta
ISBN: 979-780-820-3

Dah lamaaaaaa khatam Rahasia pelangi,  tapi selalu sok sibuk hingga nggak sempat-sempat nulis sepatah dua patah kata. hohoho....

Jadi,  singkat kata aku memberi 4 bintang untuk racikan kisah yang ditulis duo penulis keren ini: mba Riawani elyta dan mb shabrina Ws.

Di buku ini ada Chay dan Anjani,  karakter yang (kuduga)  diciptakan oleh mba Shabrina. Soalnya dua karakter ini identik dengan tokoh-tokoh rekaan mba brien lainnya yg pernah kubaca. Cenderung kalem, punya prinsip, lembut hati,  religius,  dan diksinya punya aura romantis. uhuk....

Chay dan Anjani ini berprofesi sebagai mahout,  bahasa simplenya pawang gajah gitu deh. mereka bekerja di Taman Nasional Tesso Nilo. Profesi yang unikkan???

Nah,  di sisi lain ada Rachel dan Ebi,  mereka ini tokoh-tokoh yang (lagi-lagi kuduga kuat) dilahirkan dari imajinasi mba Riawani Elyta.  Soalnya,  Rachel dan Ebi ini punya karakter khas juga. Ceria,  spontan,  tangguh,  smart,  rada-rada agresif, pekerja keras,  dan diksinya itu penuh semangat yang menular ke pembaca. Rachel dan Ebi ini aktivis di CWO, salah satu organisasi lingkungan gitu deh.

And then,  karena tugas, berkunjunglah rachel dan ebi ke Tessa Nilo. Mereka akan meliput langsung pelatihan tim flying squad (hayoooo.....tau gak tim apaan nih? ). Mereka juga berkesempatan melihat langsung konflik gajah liar dengan manusia. Dan,  tentu dong ada urusan hati yang terbakar cemburu juga kecelakaan yang menima Rachel. Sebuah kecelakaan yang membuat hidup Rachel tak lagi sama. Sekaligus mengurung Anjani dalam rasa bersalah panjang.

Kalau versi aku,  novel ini tergolong inspiratif. Membacanya, kita jadi kaya informasi. Dari perlindungan gajah,  konflik lingkungan,  sampai  urusan hati. Soal setting,  nggak usah ditanyalah,  berasa ikut bertualang langsung ke Tessa Nilo. Penokohan juga,  keren bangetlah. Nggak ada protagonis,  antagonis,  semuanya manusia biasa dengan level tangis tawa yang pas.

Kamu yang nggak biasa baca bacaan berat,  jangan khawatir deh,  meski sarat informasi dan pesan lingkungan,  buku ini tetap asyik dinikmati kok. Bahkan ditulis duet oleh penulis yang punya gaya berbeda sekali pun,  tak membuat buku ini jadi timpang. Malah semakin menarik.

Apalagi yaaa???? oh iya,  pertama liat covernya yang bergambar gajah gitu aku langsung teringat salah satu kasus Mr. Poirot itu loh.....elephant can remember, apalagi menilik judulnya yang pake rahasia, tambah lagi salah satu penulisnya mba Riawani,  sempat ngarep sih ada suspend-suspendnya gitu xixixi...

But,  overall karya duet ini sukses bangetlah. Masing-masing penulis melakukan bagiannya dengan seimbang. tidak ada yang lebih dominan. hasil akhirnya jadi sedap-sedap nikmat gitu. Tambah lagi novel ini banyaaaak banget quotes kerennya.

Anyway,  terus semangat berkarya ya mba-mba sholihat. insyaallah jadi amal jariyah.

regard


Sarah

Jumat, 23 Januari 2015

Lips Touch: A romantic story with dark taste...

Judul: Lips Touch three times
Penulis: Laini Taylor
Penerjemah: melody Violine
Cetakan I: Februari 2012
ISBN: 978-602-9159-09-7
Penerbit: Ufuk Fiction


Seorang gadis ditaksir oleh pemuda yang sangat menarik di sekolah, yang mungkin akan mengantarkannya ke dalam kematian.
Seorang gadis lainnya tumbuh tanpa pernah bicara akibat kutukan iblis yang penuh dendam.
Dan, seorang gadis ketiga mengetahui bahwa hidupnya dikelilingi oleh makhluk-makhluk mengerikan.
==========================================================


Sejujurnya, ini karya pertama Laini taylor yang sudah aku baca.  Awalnya naksir serial Dreamdark-nya. sayang lagi kosong. Maka ditawarilah saya buku ini sebagai penggantinya. Beda genre. Tapi konon katanya dalam olahan Laini Taylor kebenaran dan fiksi menjadi kabur ^_^.


Tiga kisah. Tiga gadis. satu benang merah : each girl has not been kissed.

Kisah pertama: Kutukan kecil. Bersetting di India. Melibatkan wanita Inggris yang sudah tua, Estella dan seorang iblis, Vasudev. Estella ini berperan sebagai Duta besar Neraka. Tugasnya melakukan negosiasi,menyelamatkan nyawa anak-anak yang seharusnya mati dalam berbagai bencana dan menukarnya dengan nyawa orang-orang jahat. Dan dalam sebuah transaksi, vasudev bersedia menyelamatkan seluruh anak di desa, dimana sebagai gantinya Estella harus menyampaikan kutukan pada seorang bayi perempuan yang baru saja dilahirkan.

Bayi perempuan tersebut tumbuh menjadi gadis cantik, tapi Estella dengan berbagai cara berhasil membuatnya tak pernah berbicara sepatah katapun. Sementara Vasudev dengan berbagai cara pula berusaha membuat sang gadis berbicara, agar kutukan Vasudev bisa bekerja.  Ketika sang gadis jatuh cinta, Vasudev mengira ia mendapatkan kemenangannya.

Kisah kedua: Buah Goblin. Ini serupa kisah di negeri dongeng, Fairy tale. ini kisah Para Goblin yang mempermainkan perasaan para gadis yang bermimpi sangat keras untuk menjadi cantik sehingga kerinduan mereka meninggalkan aroma yang sangat disukai para Goblin. Para gadis yang rela menukar nyawanya demi sebuah ciuman dari sang pangeran impian.

Kisah Ketiga: Menetas. Ini kisah tentang bangsa Dru, dari negeri antah berantah. Kisah cinta yang melintasi waktu dan musim.

Selesai membaca ketiga kisah itu, aku terpukau. Ya. Laini Taylor ternyata sungguh berhasil mengaburkan kebenaran dan fiksi.

Karakter-karakternya kuat. Kisahnya manis, romantis, menegangkan, menghanyutkan, sekaligus sedikit "dark".

Aku paling suka kisah pertama, Laini berhasil memunculkan ending yang membuat pembaca bersorak, tapi juga merasakan getir dan  manisnya cinta sekaligus.

Kisah kedua juga feel touchy banget (halah istilah apaan inih). Meski kurang kejutan.

Kisah ketiga, rasanya paling complicated, tapi asli "nyess" di hati.

pokoknya kalau kalian pingin membaca sebuah novel romantis dengan sedikit "sisi gelap", Lips Touch ini oke punya....

Aku kasih 4 Bintang ^_^.


Kamis, 22 Januari 2015

Gerbang Trinil : Novel sci-fi yang ringan dan menghibur !


Gerbang TrinilGerbang Trinil by Riawani Elyta
My rating: 3 of 5 stars

Salah satu penulis buku ini adalah penulis yang kalu nulis buku apapun insyaallah diusahain banget buat kubeli ^_^.

Gerbang trinil yang merupakan novel duet ini pun kubeli lantaran track record si penulis tersayang inih.

As usual aku selalu suka karya-karya mba Riawani Elyta. Dan aku juga suka ide -ide unik mba syila Fatar (termasuk Gerbang Trinil yang konon katanya adalah idenya mba Syila Fatar). Jadi ketika memulai membaca Novel ini aku sedikit berekspektasi tinggi.

Mengkhatamkannya nggak pake lama, duduk manis satu jam cukup ^_^.
Bahasanya ringan, renyah, mengalir, pokoknya bikin nyaman deh. pilihan diksinya juga cihui dah.

Tapi khas mba Riawai Elyta di bagian setting kurang berasa di novel ini. Trinil belum terekspos detail. Untuk pithe sendiri it's good enough deh, buat yang malas belajar sejarah, baca novel ini jadi nambah-nambah pengetahuan dah.

Ide Gerbang Trinil juga tergolong unik loh, rasanya belum ada genre sci-fi di indonesia yang memadukan alien sama sejarah lokal ^_^.

Sedikit bikin kecewa adalah endingnya.....duh, mesti ya endingnya harus begitu????? :(

Kalu yang namanya sci-fi versi seleraku adalah, selesai membacanya, pembaca jadi masih berasa "muter" trus membatin "duh, iya, jangan-jangan bener begini nih....", *_^

Nah, untuk novel ini, rasanya belum tercapai deh. Karena endingnya itu loh. Dunia udah kembali aman tentram. Petualangan Areta di kisah ini seolah-olah mimpi buruk, yang setelah dia terbangun semuanya happy ending lagi.

But, anyway aku tetap suka n nggak nyesel bela-belain beli buku ini. 3 bintang deh untuk buku ini ^_^.

Kamu....yang pengen coba baca sci-fi, tapi nggak mau pusing n nggak mau jelimet, baca deh novel ini! Ini buku sci-fi yang ringan n menghibur. Asli....


View all my reviews

Selasa, 25 November 2014

The Dream In Taipei City: Beginilah harusnya generasi muda!

The Dream In Taipei CityThe Dream In Taipei City by Mells Shaliha
My rating: 4 of 5 stars

Indonesia, sebuah negeri yang terkenal dengan budaya ketimurannya. Betapa penduduknya ramah tamah, saling bergotong royong dengan rasa kekeluargaan yang begitu kental.

Indonesia, sebuah negeri dengan multikultural, namun memiliki rasa persatuan yang kuat.

Namun, tatkala kemerdekaan berpuluh tahun berlalu, semua budaya ketimuran dan rasa persatuan bangsa berlahan mulai tergerus.

The Dream In Taipei City dengan sangat apik menghadirkan kembali rasa kebangsaan yang kuat dan kekeluargaan yang kental pemuda pemudi Indonesia melalui jalinan kisah persahabatan Ella Tan, dan mahasiswa-mahasiwa Indonesia lainnya tatkala bersama-sama menimba ilmu di belantara kampus asing di negeri serumpun China, Taiwan.

Selasa, 19 Agustus 2014

Aku, Juliet: Bukan kisah Romeo-Juliet ^_^

Penulis: Leyla Hana
Penyunting: Sasa
Penyelaras Akhir: Dyah Utami
Pendesain Sampul: Tim Moka Media
Penata letak: Tri Indah Marty
Ilustrator: N. Rivai
Penerbit: Moka Media
Cetakan: Pertama, 2014
Jumlah hal.: iv + 180 halaman
ISBN: 979-795-840-x

Saat pertama kali melihatnya, aku tau aku menyukainya. Tawanya yang renyah, matanya yang indah dan segalanya. Tak ada yang lebih kuinginkan dibandingkan bersamanya. Tetapi jalan kami tak semudah itu. begitu tinggi dinding sekolah memisahkan kami atas nama kebencian yang sudah ada, entah sejak kapan. Terlalu banyak air mata yang mengalir, terlalu banyak darah yang menetes.

Aku tak ingin jadi Romeo. Aku hanya ingin mencintai dia, Julietku. Tetapi cinta tidak berpihak kepada kami. Haruskan kisah cinta kami berakhir tragis seperti Romeo dan Juliet?

============

Senin, 10 Februari 2014

Last Roommate: Buku ringan dengan misi berbahaya

Last RoommateLast Roommate by Theresia Anik
My rating: 1 of 5 stars

Pada awalnya saya menikmati membaca buku ini. Kita bisa mengenal karakter manusia yang beragam melalui tokoh-tokoh di buku ini.

Renata, gadis yang dianggap terlalu naif, terlalu biasa dan hidup dengan cara membosankan. Rendah diri, tidak bisa mengatakan “tidak” pada hal-hal yang seharusnya tidak harus dilakukannya membuatnya seringkali dimanfaatkan teman sekantornya.

Juga teman seapartemen Renata yang berganti-ganti. Dari Scarlett yang bermulut manis namun penuh bisa, Magnolia yang mengalami ketidakpercayaan diri super akut dan akhirnya memilih hidup di alam imaji yang serba ideal, Andrea yang oportunis hingga Nesta yang mengaku gay.

Dan bersama Nestalah, akhirnya Renata menemukan hal-hal istimewa dalam dirinya sendiri. Hei, bukankah setiap orang memiliki kelebihan masing-masing?

Belajar dari karakter Renata yang terbentuk dari cara orang tuanya memperlakukan setiap pencapaiannya dengan cara negatif, aku menggaris bawahi sepetik hikmah agar menjadi orang tua yang bijaksana. Bantulah anak menemukan kelebihannya hingga ia bisa menyukai dirinya sendiri dan kemudian supportlah anak dengan cara positif. Karena bagaimana seorang ibu/ayah memperlakukan anak-anak mereka, dengan cara demikianlah karakter mereka terbentuk hingga dewasa.

Awalnya aku benar-benar menyukai buku ini loh. Terlebih banyak hal positif yang juga bertebaran, tentang bagaimana kita merasa nyaman dengan diri kita sendiri.

“Nggak susah untuk bikin dirimu bahagia. Kamu hanya harus menerima dirimu apa adanya dan berkembang dengan segala kondisi itu” (hal 180)

Sayangnya premis inilah yang dijadikan pelegalan untuk sebuah hubungan yang “menyimpang”.

“Bahagiakah aku setelah aku mengenal, menyadari dan akhirnya berani menjadi diriku sendiri?
Ya. Aku sangat bahagia.
Jadi, tidak bisakah aku ikut bahagia bersama Calista dan Gladys yang memutuskan menjadi diri mereka sendiri?
Seharusnya begitu.seharusnya” (hal 181)

Dan buku ini bertutur dengan kalimat-kalimat segar, yang membuat pembaca nyaman dan sangat menikmati, membuatnya terlalu asyik dibaca. Hingga diakhir buku pembaca akan terhipnotis dan menarik kesimpulan bahwa hubungan”menyimpang” tersebut sah-sah saja dan seharusnya bisa diterima.

Sayang sekali setitik nila ini, menjadikan stigma awal saya yang penuh kekaguman terjun bebas, dan Saya lantas memandang roommate sebagai Sebuah buku ringan dengan misi berbahaya.

Semoga kedepannya penulis dan penerbit bisa lebih memperhatikan muatan moral yang terkandung dalam buku-buku yang diterbitkannya.



View all my reviews

Kamis, 06 Februari 2014

Geek in High HeelsGeek in High Heels by Octanh
My rating: 2 of 5 stars

Mmmmm, saya cukup suka buku ini. Suka dalam artian nyaman dibaca. Kalu ibarat makanan. Buku ini makanan ringan yang sekali glek habis dilahap. Tapi gak memberi efek signifikan bagi perut. Yang kenyang gak jadi sebah, yang laper masih tetep laper.

Kisahnya berkutat pada perasaan seorang Athaya dengan status geek, shoe fetishism, and jomblo. Bagaimana ia diusia yang sudah 27 tahun menghadapi omongan keluarga dan lingkungan mengenai status jomblonya juga pekerjaannya yang kurang umum bagi seorang wanita: web designer freelance.

Seperti kebanyakan film, tokoh utama yang jomblo akan segera berubah nasib. Begitu pula dengan Athaya, tiba-tiba ia dihadapkan pada 2 pilihan. Ibra, salah satu kliennya. Juga Kelana yang penulis terkenal.Dan disinilah si Athaya menggalau *_^.

Geek in high heels, kisah cinta yang cukup manis dengan penuturan khas chiklit dan pemilihan kata yang cerdas. Pada intinya mungkin penulis ingin mengajak para jombloers untuk tidak panik menghadapi kejombloan itu sendiri. Terkadang wanita yang memang punya batasan umur, ketika mendekati kepala 3 cenderung panik dan bisa saja keliru memilih pasangan hidup. Asal terima siapapun yang datang melamar.

Halnya Athaya, diusia 27 tahun dimana banyak sepupu-sepupu yang berumur lebih muda telah mendahuluinya menikah tetap mampu berpikir panjang (meski tetep dong pake acara menggalau ^_^). Meski dilamar oleh Ibra yang tampan, mapan dan juga mencintainya, Atahya berani melepas semua itu karena hatinya masih meragu. Ia memilih menunggu cinta yang tepat untuknya.

Meski jalinan kisah ini sederhana dan ringan, GIHH cukup ampuh untuk membuat pembaca tersenyum sejenak di tengah penat yang melanda.



View all my reviews

Rabu, 05 Februari 2014

The Marriage Roller Coaster: Nikmati naik turun pernikahanmu !!!




Sinopsis

Kehidupan pernikahan itu bagaikan roller coaster. Yes? No?

Jungkir balik! Kadang di atas, kadang di bawah. Ada yang menikmati dan tertawa bahagia, ada juga yang tersiksa dan menangis tersedu. Setelah mencobanya, setiap orang punya pilihan masing-masing: ingin terus mencoba atau justru kapok luar biasa.

Bagaimana dengan Audi dan Rafa? Kehidupan urban yang dijalani pasangan ini memberi tantangan lebih pada pernikahan mereka. Bagaimana mencari waktu untuk bersama di tengah kesibukan mereka. Bagaimana mengatur mood setelah semua energi positif hilang di kantor. Bagaimana menahan godaan dari orang yang pernah hadir di masa lalu.
Akankah mereka terus mencoba dan bertahan? Atau justru kapok dan menyerah? 

Senin, 27 Januari 2014

Dari Kontrasepsi hingga pelangi



 Cemburu adalah dosa yang paling rentan dialami perempuan. Uniknya perasaan ini justru tumbuh saat berinteraksi dengan sesama kaumnya.

Liat saja Moza. Meskipun tampak bahagia - bahagia saja dengan kehidupan pernikahannya, diam - diam Moza menyimpan iri hati yang besar terhadap Neyne, sahabatnya yang masih melajang.

Neyne selalu berkoar - koar tentang enaknya hidup single. Tapi kenapa dia tak bisa menyembunyikan perasaan cemburunya ketika Keira dilamar sang pacar?

Kamis, 23 Januari 2014

Antara kopi dan Ice Cream







Judul : The Mint Heart
Penulis : Ayuwidya
Halaman : x + 326 halaman
Cetakan : I, Maret 2013
Penerbit : Bentang Pustaka
ISBN : 978-602-7888-21-0





Buku ini salah satu dari seri what’s your love flavour. Sebelum membaca buku ini aku sudah terlebih dulu menyelesaikan membaca the coffee memory dan the Mocha eyes. 

Rabu, 22 Januari 2014

The Coffee MemoryThe Coffee Memory by Riawani Elyta
My rating: 3 of 5 stars

Buku ini menguarkan aroma kopi bahkan sebelum membuka lembar pertamanya.

Tetap dengan kekhasan seorang Riawani Elyta. Ide tak biasa yang tentu menjadi karya luar biasa, ide biasa yang juga tetap menjadi karya luar biasa.

Kamis, 16 Januari 2014

Dear Bodyguard: Sepertinya, kita masih punya peluang...

Dear BodyguardDear Bodyguard by Riawani Elyta
My rating: 4 of 5 stars

Pilihan yang kita pilih dalam suatu titik krusial dalam kehidupan kita, akan merubah arah perjalanan hidup itu hingga jauh ke depannya. Memilih bertahan dalam kondisi buruk dan menderita kemungkinan besar akan membuat kita terus terpuruk dan tidak menjadi apa-apa bagi siapapun. Meski tak pula menutup kemungkinan takdir akan berbaik hati merubah angin kehidupan kita dengan sendirinya. Meski lebih sesuai sunnatullah bahwa “Allah akan merubah keadaan kita, jika kita sendiri berusaha merubah kondisi tersebut”. Saat kita memberanikan diri mengambil keputusan penting dan melakukan perubahan luar biasa yang insyallah demi kebaikan maka yakinlah Allah akan tetap membersamai kita.