Tampilkan postingan dengan label resensi novel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label resensi novel. Tampilkan semua postingan

Selasa, 19 April 2016

2 States by Chetan Bhagat, I love this book...

2 States: The Story of My Marriage
Love marriages around the world are simple: Boy loves girl. Girl loves boy. They get married. In India, there are a few more steps: Boy loves Girl. Girl loves Boy. Girl's family has to love boy. Boy's family has to love girl. Girl's Family has to love Boy's Family. Boy's family has to love girl's family. Girl and Boy still love each other. They get married. Welcome to 2 States, a story about Krish and Ananya. They are from two different states of India, deeply in love and want to get married. Of course, their parents don t agrees. To convert their love story into a love marriage, the couple have a tough battle in front of them. For it is easy to fight and rebel, but it is much harder to convince. Will they make it? From the author of blockbusters Five Point Someone, One Night @ the Call Center and The 3 Mistakes of My Life, comes another witty tale about inter-community marriages in modern india.


==============================

Tahun 2014 film ini katanya dirilis. As usual, saya bukan penonton yang baik.  So, perburuan bukunya pun dimulai. Qodarullah baru nemunya beberapa minggu lalu, dan baru sempat mengkhatamkannya kemaren lusa.
2 states disinyalir khas drama Bollywood banget. But, I love 2 states. Bukan hanya karena tuturnya renyah mengalir, tapi aku suka isu yang diangkatnya. Meski kata isu klasik, jatuh cintanya dua orang yang beda adat dan kebudayaan, plus orang tua yang traditional minded banget, kisah ini tetap menyentuh dengan caranya sendiri. 

Krish dan Ananya, bukan tipe orang-orang yang jatuh cinta dengan buta sehingga bisa menikah berdua saja. Mereka ingin menikah dengan restu dari semua keluarga besar mereka. Hal yang mungkin sangat menyentil untuk masyarakat modern era ini.  Di mana orang tua boleh setuju atau tidak setuju, but the wedding still going on.

Jatuh bangunnya mereka meyakinkan pihak keluarga masing-masing akan pilihan cintanya, juga cara Krish yang (menurutku) cukup gentle menempatkan cinta antara kekasih hati dan ibunya,  atau sikap Ananya yang memilih kehormatan ayah ibunya ketimbang cintanya,are so...so...so...so...heart touching.

Anyway, lepas kamu pecinta Bollywood atau bukan, aku sih recommended buku ini. Kamu yang mau menikah, atau kamu yang sudah menikah, nggak rugi kok baca buku ini...!

I give 4 stars for 2 states on goodreads.....



Kamis, 28 Januari 2016

Fahri, duta Islam yang rahmatan lil 'alamin


sinopsis:

Fahri, yang kini tinggal di Edinburgh dan bahkan menjadi dosen di University of Edinburgh, terpaksa menjalani ke hidupan sehari-harinya sendirian. Bersama dengan Paman Hulusi, asisten rumah tangganya yang berdarah Turki, ia meneruskan kehidupannya tanpa Aisha.

Terkadang Fahri masih saja menangis saat mengingat kenangan-kenangannya bersama Aisha. Kenyataan bahwa istri yang sangat dicintainya itu kini menghilang entah kemana, membuatnya nelangsa dan hampir putus asa. Maka ia menghabiskan hari-harinya dengan menenggelamkan diri dalam kesibukan pekerjaan, penelitian, mengajar, dan bisnis yang dulu dikelola berdua bersama Aisha.

Aisha menghilang dalam sebuah perjalanan ke Palestina bersama teman wanitanya saat ingin membuat cerita dan reportase tentang kehidupan di sana. Teman Aisha ditemukan dalam keadaan sudah kehilangan nyawa dan kondisi tubuh yang mengenaskan dan sangat mungkin kondisi Aisha juga sama meski tubuhnya belum ditemukan saat ini.

Sudah lebih dari dua tahun Fahri berduka dan tenggelam dalam usaha pencarian istri yang sanagat dicintainya itu. Ia pun pindah ke Edinburgh karena itulah kota yang sangat disukai Aisha di dataran Inggris. Dengan menyibukkan dirinya, ia berusaha menyingkirkan rasa sedihnya sekaligus memperbaiki citra Islam dan muslim di negeri dunia pertama itu. Ia berbuat baik pada tetangganya, menyebarkan ilmu agama pada berbagai pihak, dan membantu orang-orang yang butuh bantuannya tanpa memandang bulu.

Berbagai kegiatan menyibukkan dirinya, hingga sebuah pertanyaan mengusik datang dari berbagai pihak. Akankah ia membujang seumur hidup setelah ditinggal Aisha? Akankah ia bertemu dengan istrinya itu sekali lagi?
 
-----------------------------------

Islam??? Mendengar kata itu apa yang terlintas di benak kalian??? Teroris? Tukang debat yang nyolot, tapi minim referensi? Kaum “sok yes” yang merasa paling benar sehingga abai akan hak orang lain? atau justru umat yang besar tapi senantiasa berseteru satu sama lain??

Oh, hai jangan memerah marah membacanya kawan, semua itu adalah potret nyata wajah umat islam kekinian, di Indonesia khususnya. Benar, kita masih melihat umat islam yang saling bercengkrama dengan indahnya, membangun ukhuwah yang erat hingga bagaikan satu tubuh, di mana satu bagian tersakiti maka seluruh bagian tubuh lainnya akan pula terasa sakit. Tapi lihatlah, ukhuwah indah itu hanya berlaku dalam zona terbatas. Begitu keluar dari zona mereka, islam yang mereka sandang adalah islam yang memusuhi, islam yang menyalahkan, islam yang mengkafirkan, bahkan islam yang menghalalkan darah orang lain. Ya, Umat Islam yang eksis saat ini, adalah umat besar yang saling mengedepankan perbedaan dan meninggalkan persatuan. Miris!!!

Kang Abik, melalui Ayat-Ayat Cinta 2 mengajak pembacanya untuk merenungi fenomena ini. “Ada kesenjangan serius antara ajaran islam yang luhur dan sempurna dengan perilaku umat islam yang jauh dari nilai-nilai Islam. Bahkan (cahaya) Islam, tertutup oleh (perilaku buruk) umat islam itu sendiri.”

Meski diturunkan sebagai agama penyempurna, dengan ajaran luhur lagi mengayomi seluruh permasalahan dunia akhirat, dalam kenyataannya sedikit pemeluknya yang sudah menjalankannya secara kaffah. Boro-boro menjalankannya, memahaminya pun mungkin tidak. Bagaimana bisa memahaminya, jika mengilmuinya pun belum.

Seolah melecut semangat menimba ilmu kaum Muslim kekinian, kisah AAC 2 ini kental dengan nuansa akademis. Dalam beberapa bagian kisah AAC 2 ini, Fahri di hadapkan dalam debat ilmiah. Bukan debat sembarang debat, ia berdebat dengan perwakilan yahudi radikal, yang meyakini bahwa merekalah bangsa pilihan, dan semua penghalang mereka adalah golongan Amalek yang harus ditumpas. Dalam kesempatan lain Fahri harus pula berdebat dengan pakar-pakar yang menyamakan semua agama, dan pakar yang justru meniadakan semua agama. Bagian ini seharusnya cukup menyentil pembaca, bahwa umat islam itu wajib cerdas ^_^, Islam itu bukan "sekedar" Syahadat, sholat, puasa, zakat, plus naik haji bagi yang mampu. Tapi Islam, seyogyanya mencerdaskan  dan menyejahterakan pemeluknya serta umat-umat yang berada di sekelilingnya. 
Dibandingkan buku pertama, AAC 2 ini jauuuh lebih tebal ya ^_^,  yang pasti semakin "mature", konfliknya lebih "berat" sekaligus memuat pesan moral yang juga lebih "berani". Tidak sekedar urusan personal, memperbaiki diri, hingga menemukan "kawan" sejati, tapi AAC 2 hadir dengan konflik sosial yang lebih majemuk. Penulisnya dengan berani mengangkat isu-isu sensi dengan pemahaman yang luar biasa luasss sekaligus tetap legit untuk tidak menjadikannya sekelas kitab berat yang tak sanggup dilahap orang kebanyakan.

Kalu dulu aku agak apatis,  lantaran menganggap Fahri itu tokoh yang "malaikat" banget. Sekarang aku bersyukur, meski tokoh imajinatif,  tapi Fahri berhasil menjadi role model muslim yang menjadi rahmatan lil alamin. Fahri-Aisha-Sabina ini bukan tokoh-tokoh serupa malaikat,  tapi mereka prototype dari akhlak seorang muslim sejati. 

Dan aku sangat sepakat dengan pandangan Kang Abik yang tertuang apik dalam buku ini,   seseorang yang beragama dengan sereligius-relegiusnya akan mampu menciptakan kedamaian di muka bumi ini. Dan seorang muslim yang mendalami ajaran agamanya akan menjelma menjadi manusia yang penyayang,  semakin ia memahami islam,  maka semakin penyayang ia, bukannya menjadi teroris ( i told before that terrorists are not muslim) .

Tak panjang katalah,  AAC 2 insyaallah mampu melecut semangat para pembacanya untuk menjadi muslim yang lebih taat,  lebih cerdas,  dan bermanfaat bagi sekitarnya.

Semoga melalui kisah Fahri dalam Ayat-ayat cinta 2 ini,   akan bermunculan Fahri-Fahri nyata yang bersinergi bersama untuk mewujudkan peradaban Islam di muka bumi.
Barokallahu fiik....insyaallah menjadi amal jariyah bagi penulisnya.




JudulAyat-Ayat Cinta 2 
No. ISBN2010000934227 
PenulisHabiburrahman El Shirazy 
PenerbitRepublika 
Tanggal terbitNovember - 2015 
Jumlah Halaman690 
Berat Buku900 gr
Jenis CoverSoft Cover