Jumat, 24 Januari 2014

Serangkaian Sirah Mujahidah


Judu            : Serangkaian sirah mujahidah
Penulis        : Ilyah Musthafa Mubarak
penerjemah : Munirul Abidin, M.Ag
Penerbit      : Darul Falah
Cetakan I    : 2002

Sinopsis buku:



Orang yang merenungkan sejarah awal dakwah Islam akan mendapati wanita-wanita shahabat yang mulia yang dianggap sebagai suri tauladan bagi wanita-wanita mujahidah, suri tauladan bagi ibu yang penuh kasih sayang.

Buku ini merupakan kumpulan kisah-kisah, perkataan, dan perbuatan para shahabiyat yang mukminat, mujahidah, dan zaahidat, yang menghabiskan hidup mereka dalam kecintaan kepada Allah dan Rasul-Nya serta untuk menyebarkan dakwah Islam.
========================
Coba saja lakukan survey pada penduduk Indonesia, khususnya mereka para wanita, khususnya lagi para muslimah. Pasti langka sekali yang tak mengenal Depe, Jupe, Agnes, Raisha,dan kawan-kawan lain seprofesinya. Tapi, coba sebutkan nama Arwa,Asma, Umayyah, Barirah, Juwairiyah....entah berapa banyak yang mengenal atau bahkan pernah mendengar nama mereka.

Tak kenal maka tak sayang, pepatah lama yang masih berlaku hingga kini. Tak mungkin mengagumi, meneladani dan mencintai  seseorang jika kita tak mengenal, tak menyayangi, tak mengetahui keutamaan orang tersebut.

Dan, sudah saatnya para muslimah mengenal kembali para wanita-wanita hebat yang dulunya membersamai Rasulullah. Sebagai ummul Mukminin, sebagai shahabiyat, sebagai para mujahidah yang perjalanan hidup mereka seharusnya merupakan suri tauladan utama bagi kita.

Serangkaian sirah Mujahidah ini merupakan buku yang hanya setebal 163 halaman. Buku yang tak memberatkan untuk dibawa-bawa dan dibaca di mana saja. Mungkin kita merasa berat untuk bisa mengkhatamkan buku-buku sirah yang umumnya super tebal, dan hard cover pula. Maka, buku tipis ini dapat dijadikan pintu perkenalan kepada 61 wanita tangguh, cerdas, sholehah, dengan keutamaan masing-masing dalam hal kecintaan mereka kepada Allah dan Rasul-Nya.

Mengapa pintu perkenalan? Karena buku ini tidak menceritakan secara detail satu persatu kisah ke-61 shahabiyat tersebut. Buku ini hanya memaparkan fakta singkat mengenai siapa dan apa keutamaan beliau, baik melalui perbuatan, maupun perkataan yang penuh hikmah. Beberapa shahabiyat bahkan hanya diperkenalkan dengan porsi tak mencapai 1 halaman. Jadi, jangan berharap ada  dalil lengkap yang disertakan dalam periwayatan tersebut sehingga kita bisa mengecek langsung keshahihan cerita. Sebagai gantinya disertakan fote note dari kitab mana penulis menukil riwayat tersebut. Bisa dibilang penulis merangkum kisah-kisah ini dari beragam kitab warisan Islam seperti Al-Isti’aab-nya Abd Al-Barri, A’laam An-Nisa-nya Muhammad Ridha Kahalah, dan lain-lain.

 Pun demikian, rangkuman Kisah-kisah singkat,dan perkataan para shahabiyat ini benar-benar cukup mampu menggambarkan keutamaan mereka,dan menginspirasi pembaca.  

 Kisah ini dimulai dengan kisah Aminah bintu Wahab bin Abdul Manaf, ibunda Rasulullah. Yang ketika akan meninggal dunia,dengan penuh rasa kasihan terhadap anaknya yang akan segera menjadi yatim piatu berkata:
 Semoga Allah memberkatimu wahai anakku
Anak yang besar dalam asuhan merpati
Selamat atas pertolongan penguasa alam
Cintaku padamu tiada pengganti
Walaupun dengan seratus unta pilihan
Jika benar apa yang aku lihat dalammimpiku
Kamu akan diutus kepada manusia
Diutus untuk menunjukkan halal dan haram diutus untukmenegakkan tauhid dan Islam
Agama nenek moyangmu, Ibrahim
Allah melarangmu dari berhala
Maka janganlah kamu menyembahnya bersama kaum.

Kemudian ada Arwa bintu Al-Harist, seorang wanita dari Bani Hisyam yang dikenal karena kefasihannya, juga Arwa bin Hasyim Al-Qurasyiyah,Bibi Rasulullah. Barirah budak Aisyah, hingga Hindun bintu AbiUmayyah, saudara sepersusuan Rasulullah.

Juga terdapat kisah-kisah yang sudah familiar, seperti  Asma bin Abu BakarAsh-Shiddiq, yang salah satu perkataannya kepada anak-anak perempuan dan keluarganya:      Bersedekahlah kalian dan janganlah kalian menunggu sampai kaya karena jika kalian menunggu sampai kaya kalian tidak akan mendapatkannya, tetapi jika kalian bersedekah maka kalian tidak akan merugi.’

Kisah Umayyah Bintu Ruqayyah dan Hindun Bintu Utbah, wanita-wanita yang pertama dibaiat Rasulullah setelah penaklukan kota Mekkah.

Juwairiyah bintu Al-Harist, salah seorang Ummul mukminin  yang pernikahannya dengan Rasulullah membebaskan seratus orang kaumnya, maka ia dikenal sebagai wanita yang paling besar barokahnya bagi kaumnya. 

Ada pula kisah tentang Ummu Aiman, pengasuh Rasulullah. Ialah wanita yang mendapat karomah dari Allah. Yang ketika berjalan kaki di hari yang sangat panas maka diturunkan ember berisi air dari langit. Air yang membuatnya tak lagi merasakan dahaga.

Atau Khaulah bintu Tsa’labah, wanita yang mengadukan permasalahannya kepada Rasulullah yang Allahpun mendengarkan aduannya dari langit ketujuh. Maka turunlah surat Al Mujadilah ayat 1-5.

Dikisahkan pula mengenai Ummu Salim bintu Mulhan,wanita yang maharnya berupa keislaman Abu Thalhah.Dan lain-lain.

Tentu saja bagi yang belum akrab dengan nama-nama shahabiyat, atau baru sekali dua kali membaca kisah-kisah serupa akan sedikit kesukaran mengingat mereka, dikarenakan nama-nama mereka yang memang sama dan hanya berbeda nasabnya. Asma misalnya, kita familiar dengan 3 orangAsma: Asma bintu Abu Bakar, Asma bintu ‘Amyas, Asma Bintu Yazid bin Sakan. Atau Zainab: Zainab bintu Jahsyin (istri Rasulullah),Zainab bintu Abu Salmah, Zainab putri Rasulullah, dan masih ada beberapa Zainab lain dalam riwayat-riwayat shahabiyat ini.

Dan begitulah, kisah ke 61 shahabiyat ini benar-benar memukau. Meski kisah ini singkat-singkat, rasanya cukup. Cukup sebagai pemancing keingintahuan pembaca, agar kelak dapat meluangkan waktu demi menelusuri lebih jauh lagi segi-segi kehidupan para shahabiyat yang sudah seyogyanya menjadi panutan kita dalam kehidupan ini.




3 komentar:

Linda Satibi mengatakan...

iya ya Sar.. shahabiyah tuh lebih nggak dikenal dibanding para shahabat.. hiks..

Ila mengatakan...

shahabiyah jarang dibahas ya, mba. dulu pas di pesantren mahasiswa porsi diskusi tentang ini jarang banget.

sarah amijaya mengatakan...

iya mba Linda, ila. aku nyari-nyari bukunya juga lama baru nemu. biasanya kisah-kisah mereka cuman nyempil diantara kisah para shahabat lainnya. Sekarang ada tuh kisah-kisah shahabiyat hard cover terbitan attibyan. tapi belum kesampaian belinya:(

Posting Komentar